Jl. Andi Paturungi Perumahan Bumi Pundita Mas No. 27 Makassar, 90225

+62 899 5451 909

Kunjungan Advokasi ke Toraja Utara dan Bone

Ditulis oleh Rahmwati, Ketua PerMaTa Gowa

Tim manajemen PerMaTa Sulsel / YDTI dan tim PerMaTa Gowa mengunjungi Kabupaten Toraja Utara untuk mengadvokasi layanan rehabilitasi yang lebih baik bagi orang yang pernah mengalami kusta. Yang ikut adalah:

  1. Bu Kerstin Beise dari ( YDTI )
  2. Pak Doddy Tumanduk ( YDTI )
  3. Yuliati S .Kep ( Ketua PerMaTa Sulawesi selatan )
  4. Rahmawati ( Ketua PerMaTa cabang Gowa )
  5. Ermawati ( Bendahara PerMaTa Cabang Gowa )
  6. Irwansyah ( Anggota PerMaTa Cabang Gowa )
  7. Arfah ( anggota PerMaTa Cabang Gowa )
  8. Ronny ( Anggota PerMaTa Cabang Gowa )
  9. Ridho ( Anggota PerMaTa Cabang Gowa )

Jadwal kegiatan di Toraja adalah audiensi dengan Dinas Kesehatan, Bupati Toraja Utara dan Dr Marsuki sebagai doktor kusta penampungan Batu Leleng, yang pensiun dua tahun lalu. Dan di Bone kunjungan ke PerMaTa Cabang Bone untuk kunjungan rumah dan evaluasi mikro kredit.

Kegiatan ini didukung oleh Sasakawa Health Foundation (SHF)

Hari 1: Pada Hari Sabtu, 18 September 2021, Tim PerMaTa Gowa berkumpul di koperasi bank sampah menunggu mobil jemputan dan menjemput Tim manajemen yaitu Yuliati, Bu Kerstin dan Pak Doddy Tumanduk di rumah masing-masing. Kami berangkat dari Makassar jam 12:00 siang dan sampai Toraja jam 12:00 malam.

Hari 2: Hari Minggu 19 September 2021, kami melakukan kunjungan pertama ke Batu Leleng untuk ketemu dengan PerMaTa Cabang Toraja dan untuk melakukan kunjungan rumah orang yang pernah mengalami kusta di Batu Leleng untuk melihat kondisi mereka. Kami berhasil mengunjungi 21 orang dan 8 orang di antarannya yang mengalami luka atau butuh bantuan kaki palsu, sepatu dan tongkat.

Diskusi dengan PerMaTa Toraja

Melihat kondisi seorang ibu di Batu Leleng

Luka kaki seorang penduduk Batu Leleng

Hari 3: Pada hari Senin, 20 September 2021, kami bertemu dengan Ibu Rio Rita dan Ibu Louise Rongre sebagai tokoh perempuan Gereja Toraja untuk membicarakan kendala yang dialami PerMaTa Toraja saat turun lapangan mendata dan beberapa orang yang pernah mengalami kusta yang mengalami luka dan menghadapi masalah rujukan. Bersama dua tokoh tersebut kami lanjut pertemuan dengan Kadis Dinas Kesehatan dan Ibu Pramita sebagai Kasi P2PM Dinas Kesehatan Toraja Utara untuk menyampaikan masih adanya stigma dan diskriminasi yang menghalangi akses untuk rehabilitasi dan rujukan.

Sore hari kami lanjut bertemu dengan Bapak Musa sebagai Ketua Sinode Gereja Toraja  untuk meminta mensosialisasi tentang kusta di Gereja Toraja.

Magrib kami melakukan satu audiensi lagi yaitu dengan wakil Bupati Tanah Toraja untuk memperkenalkan PerMaTa Toraja Utara dan membicarakan tentang stigma dan diskriminasi untuk orang yang sedang dan pernah mengalami kusta yang masih tinggi di Toraja. Beliau adalah seorang doktor dan mengerti baik kusta dari segi medis.

Hasil dari audiensi dan advokasi sehari penuh itu banyak janji, tapi kita juga melihat masih banyak kesalahpahaman tentang kusta yang menimbulkan stigma di kalangan tokoh masyarakat.

Dengan Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara

Dengan Kepala Sinoda Gereja Toraja 

Dengan Wakil Bupati Tanah Toraja 

Hari 4: Hari Selasa, 21 September 2021 kami berangkat dari Toraja jam 06:00 pagi. Tim manajemen pulang ke Makassar, sedangkan tim PerMaTa Cabang Gowa melanjutkan perjalanan ke Bone.  Tiba di Bone pada sore hari, kami disambut dengan sangat baik sama PerMaTa Bone di penampungan Lerang, dan kami bertemu dengan PerMaTa Cabang Bone melalui Pak Rasyid sebagai ketua dan pak Baharuddin sebagai sekertaris.

Hari 5: Hari Rabu, 22 September 2021, tim janjian sama Pak Baharuddin jam 08:30 untuk melakukan kunjungan kepada beberapa orang yang pernah mengalami kusta dan untuk mengevaluasi program mikro kredit yang didukung oleh SHF. Kami didampingi oleh tim PerMaTa cabang Bone. Tim berhasil menemui 20 penduduk Lerang yang ada di kompleks Lerang, dan dua orang yang harus di rujuk tapi orangnya tidak mau dirujuk karena takut sampai di rumah sakit dikatakan Covid. Kami mencoba mengajarkan cara perawatan diri di rumah sesuai yang kami tahu. Hari berikutnya ternyata ada empat orang lain lagi yang perlu dan mau dirujuk ke rumah sakit kusta di Makassar.

Hasil dari mikro kredit cukup positive, mereka sangat terbantu dengan adanya modal dari PerMaTa Sulawesi Selatan karena bisa berkembang usahanya dengan bunga yang sangat ringan.

Selesai kunjungan jam 11:30 dan setelah selesai sholat dhur kami lanjut perjalanan pulang ke Gowa sampai di mana kami tiba jam19:30

Diskusi di Lerang, Bone

Salah satu usaha mikro kredit: Pembuatan batu merah