Jl. Andi Paturungi Perumahan Bumi Pundita Mas No. 27 Makassar, 90225

+62 899 5451 909

Kegiatan ini diawali dengan perkenalan organisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone dan Kabupaten Sinjai, dimana Tim PerMaTa-YDTI menyampaikan program kerja yang akan dilaksanakan dan meminta izin untuk pengambilan data orang yang sedang dan pernah mengalami kusta (OYPMK) di Puskesmas di kedua kabupaten tersebut. Setelah itu, dilakukan kunjungan ke beberapa Puskesmas untuk pengambilan data OYPMK.

Di Kabupaten Bone, beberapa Puskesmas masih menghadapi tantangan besar terkait stigma terhadap kusta, terutama di Puskesmas Tellu Siatingnge dan Puskesmas Watampone. Pengelola mengalami penolakan, ancaman, dan kesulitan melakukan kunjungan rumah karena resistensi dari pasien dan keluarga. Namun, di Puskesmas Paccing, pengelola menunjukkan komitmen kuat dengan melanjutkan kegiatan Kelompok Perawatan Diri (KPD) menggunakan dana internal Puskesmas, meskipun dukungan anggaran dari Dinas Kesehatan telah dihentikan.

Di Sinjai, khususnya di Puskesmas Panaikang, Kepala Puskesmas mengungkapkan kompleksitas pelayanan penyakit spesialis seperti kusta, TB, dan HIV. Menurutnya, dibutuhkan ruangan khusus untuk penanganan reaksi dan luka berat kusta karena rujukan ke rumah sakit tidak selalu dapat diterima. Terkadang, rumah sakit meminta Puskesmas untuk menangani kasus tersebut, namun Puskesmas tidak memiliki fasilitas yang memadai. Meskipun tahun ini ada rencana untuk membangun ruangan perawatan reaksi, namun akhirnya ditunda karena efisiensi anggaran.

 

Picture17