Jl. Andi Paturungi Perumahan Bumi Pundita Mas No. 27 Makassar, 90225

+62 899 5451 909

Memperkuat Akses Layanan bagi OYPMK

Pada tanggal 21–23 September 2026, Tim PerMaTa Sulawesi Selatan Junior bersama peserta Scholarship melaksanakan kegiatan Kunjungan Rumah OYPMK Bersama Fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat akses Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) terhadap layanan sosial dan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, kelurahan, dan instansi terkait.

Hari Pertama: Advokasi dan Persiapan Kunjungan

Kegiatan diawali dengan perjalanan dari Makassar menuju Kabupaten Bantaeng. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan advokasi awal.

Pertama, tim mengantarkan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng. Dokumen tersebut diterima oleh Ibu Kiki untuk dipelajari lebih lanjut.

Selanjutnya, tim mengantarkan dokumen yang sama ke Dinas Sosial Kabupaten Bantaeng. Karena Ibu Nunung tidak berada di kantor, dokumen dititipkan kepada staf yang bertugas.

Selain melakukan advokasi, tim juga mengunjungi beberapa OYPMK. Tujuannya adalah menginformasikan jadwal kunjungan bersama SLRT yang akan dilakukan keesokan harinya.

Pada malam hari, tim mengadakan diskusi dan pemetaan kasus. Dengan demikian, rencana kunjungan hari berikutnya dapat berjalan lebih efektif.

Hari Kedua: Kunjungan Rumah Bersama Lurah dan SLRT

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada kunjungan rumah bersama Lurah Karatuang dan fasilitator SLRT.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Bapak Ismail. Dalam kesempatan tersebut, Lurah Karatuang menyampaikan komitmennya untuk membantu kebutuhan yang diperlukan sesuai program yang tersedia di kelurahan.

Selanjutnya, tim mengunjungi Bapak Anto. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kondisi rumah yang ditempati membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu, Lurah Karatuang segera berkoordinasi dengan staf kelurahan. Bapak Anto kemudian didaftarkan sebagai salah satu calon penerima program bedah rumah.

Tim juga melakukan kunjungan ke rumah Ibu Rahmi. Pada kesempatan tersebut, SLRT menyatakan kesiapannya untuk mengupayakan pengajuan bantuan sosial sesuai kebutuhan yang ada.

Sementara itu, kunjungan ke rumah Ibu Samsi Baso dan Ibu Sinar belum berjalan optimal. Keduanya sedang bekerja di luar rumah saat tim berkunjung. Namun, tim tetap berkomunikasi dengan keluarga untuk menjelaskan tujuan kegiatan dan rencana tindak lanjut.

Hari Ketiga: Pendampingan Kesehatan dan Advokasi Bantuan

Pada hari ketiga, tim mendampingi Bapak Anto ke puskesmas. Pendampingan ini dilakukan untuk perawatan dan pembersihan luka kronis pada kaki beliau.

Kondisi luka yang dialami cukup serius. Oleh sebab itu, perawatan rutin sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Selain pendampingan kesehatan, tim bersama SLRT mengunjungi rumah Bapak Ramli. Berdasarkan informasi yang diperoleh, bantuan sosial yang diajukan sebelumnya telah mulai diterima pada bulan ini.

Selanjutnya, tim mengunjungi rumah Ibu Masnia. Hasil kunjungan menunjukkan bahwa beliau belum memiliki jamban atau WC yang layak. Karena itu, tim dan SLRT mengupayakan pengajuan bantuan pembangunan WC.

Meskipun demikian, masih terdapat kendala administratif. Status desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) perlu disesuaikan terlebih dahulu agar pengajuan bantuan dapat diproses.

Tim juga melakukan silaturahmi ke rumah Ibu Ani. Selain mempererat hubungan, kunjungan ini bertujuan melihat kondisi dan kebutuhan yang dimiliki.

Hasil yang Dicapai

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjangkau enam OYPMK dan keluarganya di Kabupaten Bantaeng.

Beberapa hasil yang berhasil dicapai antara lain:

Selain itu, dokumen MoU juga berhasil disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Bantaeng.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun kegiatan berjalan dengan baik, beberapa tantangan masih ditemukan di lapangan.

Pertama, sebagian OYPMK sulit ditemui karena harus bekerja pada jam kunjungan. Akibatnya, beberapa kunjungan perlu dijadwalkan ulang.

Kedua, kondisi kesehatan beberapa OYPMK memerlukan pendampingan yang lebih intensif. Hal ini terutama terlihat pada kasus luka kronis yang dialami Bapak Anto.

Ketiga, terdapat kendala administratif terkait status desil DTKS. Kondisi tersebut menghambat proses pengajuan beberapa jenis bantuan sosial.

Rencana Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, tim akan memantau proses pengusulan bedah rumah Bapak Anto. Tim juga akan memonitor perkembangan perawatan luka yang sedang dijalani.

Selain itu, tim akan menindaklanjuti dokumen MoU yang telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Bantaeng.

Selanjutnya, kunjungan ulang akan dilakukan kepada Ibu Samsi Baso dan Ibu Sinar. Kunjungan tersebut direncanakan pada sore hari agar lebih sesuai dengan waktu luang mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak OYPMK dapat mengakses layanan kesehatan dan perlindungan sosial. Dengan demikian, mereka dapat hidup lebih sehat, mandiri, dan bermartabat di tengah masyarakat.

Kunjungan ke rumah OYPMK atas nama RamliAudiensi ke Kantor Desa Karatuang bersama SLRT untuk kunjungan OYPMK Kunjungan ke rumah OYPMK atas nama ibu Masnia