Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan dan sosial bagi Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), PerMaTa Sulawesi Selatan bersama Yayasan Dedikasi Tjipta Indonesia (YDTI) menggelar pertemuan strategis dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros serta Pengelola Program P2 Kusta dari seluruh wilayah Kabupaten Maros.
Pertemuan ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan langkah awal menjadikan Kabupaten Maros sebagai Kabupaten Percontohan untuk Proyek The Leprosy Mission (TLM).
Visi Transformasi Berbasis Data
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah membangun fondasi perencanaan program yang lebih presisi. Dengan menghimpun data OYPMK dari seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Maros, program kesehatan dan sosial di masa depan diharapkan dapat:
Meningkatkan kualitas layanan publik yang berbasis pada data riil (data-driven services).
Memastikan setiap intervensi program tepat sasaran sesuai kebutuhan spesifik OYPMK.
Menyusun peta kebutuhan OYPMK secara komprehensif.
Kolaborasi dan Validasi di Lapangan
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ibu Ira selaku Wasor Kusta Kabupaten Maros, dan dihadiri oleh 14 petugas Pengelola P2 dari berbagai Puskesmas. Fokus utama diskusi terletak pada penajaman Draf Format Pendataan yang disusun oleh tim PerMaTa-YDTI.
Dalam sesi diskusi yang interaktif, para petugas P2 memberikan berbagai masukan konstruktif untuk menyempurnakan format pendataan tersebut agar lebih aplikatif di lapangan. Selain diskusi teknis, tim juga berhasil menghimpun data historis OYPMK dari tahun 2013 hingga 2026 yang tersimpan di Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Sebagai langkah tindak lanjut, tim PerMaTa Kabupaten Maros melakukan verifikasi data secara mendalam. Proses ini bertujuan untuk memperbarui status keberadaan OYPMK—baik yang masih menetap, telah pindah domisili, maupun yang sudah meninggal dunia—guna memastikan validitas informasi.
Edukasi dan Implementasi Program
Selain fokus pada data, pertemuan ini juga menjadi ajang sosialisasi Program Operasi Rekonstruksi kepada para petugas Pengelola P2. Tim YDTI turut memaparkan skema implementasi kegiatan serta sejauh mana peran aktif petugas Puskesmas dalam mendampingi tim PerMaTa di lapangan nantinya.
Tantangan Menjadi Peluang
Meski pertemuan berjalan produktif, terdapat beberapa catatan evaluasi, seperti adanya transisi petugas kusta baru di beberapa wilayah yang menyebabkan partisipasi dalam diskusi teknis belum maksimal. Namun, hal ini menjadi peluang bagi PerMaTa untuk terus memberikan pendampingan berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan di tingkat dasar.
Dengan semangat kolaborasi ini, PerMaTa Sulawesi Selatan optimis bahwa Kabupaten Maros akan menjadi titik awal perubahan besar bagi peningkatan martabat dan kualitas hidup OYPMK di Sulawesi Selatan.
