Jl. Andi Paturungi Perumahan Bumi Pundita Mas No. 27 Makassar, 90225

+62 899 5451 909

Atas fasilitasi dan dukungan Sasakawa Health Foundation (SHF), PerMaTa berkesempatan mengikuti serangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan nasional dalam rangka memperkuat upaya percepatan penanggulangan kusta di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di mana PerMaTa dilibatkan sebagai perwakilan Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dalam pembahasan persiapan Konferensi Kusta Nasional. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Penanggulangan Penyakit Menular dan perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Konferensi Kusta Nasional direncanakan akan melibatkan seluruh gubernur se Indonesia, kementerian dan lembaga terkait, serta dijadwalkan dihadiri oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Kegiatan ini bertujuan membangun dan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penanggulangan kusta di Indonesia.

Untuk memperluas dan memperkuat lintas sektor untuk Gerakan kusta sebelumnya berfikir hanya 150 orang peserta menjadi 300 peserta untuk seluruh lintas sektor. Dalam diskusi yang hangat Dokter Rao menekankan tentang keterlibatan OYPMK dalam diskusi karena mereka yang memiliki pengalaman yang luar biasa, jadi oypmk jadikan campion. Dalam diskusi juga nanti akan mengundang 38 oypmk di setiap provensi untuk bagaimana nantinya bapak presiden dapat mengetahui bahwa kusta masih ada di setiap provensi.

 

Selanjutnya, SHF mendampingi PerMaTa melakukan kunjungan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkenalkan organisasi PerMaTa Sulawesi Selatan dan YDTI beserta berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam mendukung pemberdayaan OYPMK, pengurangan stigma dan diskriminasi, serta penguatan partisipasi komunitas dalam upaya penanggulangan kusta.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan ke The Habibie Center untuk meninjau sekaligus memberikan masukan terhadap naskah dan ilustrasi buku komik edukatif tentang kusta yang tengah dipersiapkan untuk diterbitkan. Keterlibatan PerMaTa sebagai representasi OYPMK dalam proses ini diharapkan dapat memastikan bahwa pesan dan materi yang disampaikan dalam publikasi tersebut mencerminkan pengalaman nyata OYPMK, sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat serta mengurangi stigma yang masih melekat terhadap penyakit kusta.

Dalam rangka memperluas jangkauan kampanye kesadaran publik, SHF juga memfasilitasi PerMaTa untuk melakukan pertemuan dengan Arnold Putra. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam mengakselerasi upaya edukasi dan penyadaran masyarakat mengenai kusta melalui berbagai platform media sosial dan pendekatan komunikasi yang lebih luas, kreatif, dan efektif.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pertemuan bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia serta direktorat NTDs Kementerian Kesehatan RI. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam penanganan reaksi kusta, khususnya yang terjadi di Sulawesi Selatan. Selain itu, para peserta juga mendiskusikan berbagai langkah strategis dan solusi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta penanganan pasien kusta di Indonesia.

Keseluruhan rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara komunitas, pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan berbagai mitra pembangunan. Melalui sinergi yang semakin kuat, diharapkan upaya penanggulangan kusta dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang bebas kusta, bebas stigma dan diskriminasi, serta lebih inklusif bagi Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

PerMaTa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Sasakawa Health Foundation (SHF) atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan selama rangkaian kegiatan ini. Kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan para pengambil kebijakan, tenaga kesehatan, akademisi, serta berbagai mitra strategis di tingkat nasional merupakan langkah penting dalam memperkuat suara dan partisipasi Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dalam upaya penanggulangan kusta. Dukungan SHF tidak hanya membuka ruang dialog dan kolaborasi yang lebih luas, tetapi juga memperkuat harapan terwujudnya Indonesia yang bebas kusta, bebas stigma dan diskriminasi, serta menjamin pemenuhan hak dan martabat OYPMK sebagai bagian yang setara dalam pembangunan bangsa.